Pages

Sabtu, 05 Oktober 2013

Cara Mengajarkan Anak Membaca


Apa kabar teman-teman belajar bahasa Inggris online? Semoga semua dalam keadaan sehat selalu. Beberapa hari yang lalu ada seorang ibu menemui saya. Dia bercerita bahwa anaknya belum bisa membaca tulisan-tulisan berbahasa Indonesia. Lalu sang ibu meminta saya untuk mengajar anaknya membaca. Setelah mengatur waktu belajar dan juga tidak lupa dengan uang les yang harus disetujui oleh sang ibu, kemudian saya browsing beberapa game guna menunjang proses belajar mengajar saya.

Semua pasti sudah mengetahui kalau anak-anak itu sangat suka bermain game. Setelah menemukan beberapa game belajar membaca yang saya download secara gratis, tidak sengaja saya menemukan sebuah artikel. Artikel yang sederhana, tetapi menurut saya sangat bermamfaat. Penulis artikel tersebut adalah Bpk. Saiyadi. Hmmmm jujur, saya sih nggak kenal sama orangnya hehehe. Sang penulis menjelaskan ada beberapa tips dan strategi agar anak-anak bisa cepat membaca. Ini nih strategi dan tips ala Bpk. Saiyadi:
Ada beberapa strategi yang dapat menstimulasi anak membaca agar efektif, menyenangkan dan sesuai dengan anak-anak, yaitu:
  • Kenali gaya belajar anak apakah itu visual, auditori dan kinestetik
  • Ciptakan kondisi yang menyenangkan dan sesuai tahapannya
  • Gunakan lagu, cerita, syair atau puisi sebagai tahap awal atau mengenal bunyi setiap huruf
  • Buatlah lingkungan keaksaraan
  • Libatkan anak sepenuhnya jangan hanya menjadi pendengar dan penghafal
  • Lakukan permainan-permainan sederhana sehingga memudahkan penyampaian
Selain itu disebutkan juga ada faktor-faktor yang memberikan kontribusi bagi keberhasilan belajar membaca. Beberapa diantaranya adalah kematangan mental, sosial dan emosional; kemampuan visual dan mendengar; perkembangan wicara dan bahasa; perkembangan motoriknya, jangan lupa juga adanya motivasi dan minat.

Lingkungan Keaksaraan
Jika kita ingin anak kita belajar membaca mungkin salah satu langkah yang bisa kita ambil adalah menciptakan lingkungan keaksaraan yaitu memberikan label yang ditulisi nama benda lalu ditempelkan pada benda tersebut. Misalnya menulis kata KURSI pada label lalu ditempel di kursi.
Berikan label pada benda-benda di area bermain si kecil. Usahakan benda-benda itu sudah dikenal si kecil dan katanya tidak terlalu sulit. Bisa saja, KURSI, MEJA, FOTO, PINTU, dll.

Bpk. Saiyadi bercerita bahwa dia telah  menerapkan langkah ini. Dia  menulis kata-kata di label lalu meminta anak bungsunya menempelkan label tersebut sesuai dengan kata yang tertulis. Tentu saja dengan  memberi tahunya apa kata yang tertulis di label tersebut.  Si bungsu dengan semangat menempel label-label itu di beberapa furniture di rumah. Sejak saat itu, dia  sesekali akan meminta si bungsu mendatangi kata MEJA di meja lalu menyebutkan huruf-huruf yang tertera. Untungnya si bungsu  senang dengan permainan itu. Walau masih sering diingatkan yang penting dia semangat dan tidak merasa terpaksa. 

Di sekolahnya, sibungsu  tidak secara langsung diajarkan membaca. Jika biasanya guru menunjukkan deretan huruf yang tertulis di papan tulis dan bagaimana pengucapannya, di sekolah anak-anak diperkenalkan huruf sambil bermain atau sambil diterapkan dalam pengetahuan yang lain. Misalnya bu guru akan menunjukkan kalender, “Sekarang hari apaa yaa? Harii .. senin. Senin apa saja hurufnya yaaa?” Secara tidak langsung mereka juga belajar tentang hari.”
Di sekolah juga diciptakan lingkungan keaksaraan. Di pintu kelas tertulis PINTU, di lantai kelas tertulis LANTAI, di dinding trtulis DINDING, di meja tertulis MEJA, dan lain-lain.

Permainan
Belajar membaca sambil bermain juga ditemui dalam beberapa permainan kejar-kejaran atau lompat-lompat. Dalam permainan kejar-kejaran biasanya semua anak akan ditempekan kertas bertulis salah satu abjad di dadanya.
Bu/pak guru akan memberi intruksi sederhana, “Sekarang ayuk kita mengejar teman yang didadanya ada huruf R” misalnya. Anak-anak yang sudah tahu tentu saja akan langsung mengejar anak yang ditempeli huruf R. Hal ini juga akan menunjukkan kepada anak yang belum tahu bagaimana itu huruf R.

Begitu juga saat bermin lompat-lompat. Anak-anak akan diminta untuk melompat ke kertas-kertas yang sudah bertuliskan huruf atau kata dan diminta menyebutkan. Jika tidak bisa tentu saja gurunya akan memberi tahu. Salah satu kunci mengajarkan anak-anak membaca adalah perkenalkan terlebih dahulu kata-kata sederhana yang memiliki arti dan yang pasti kata-kata yang mereka kenal.

Permainan-permainan seperti itu sudah pasti dapat diterapkan juga di rumah. Saya sendiri rencananya akan menerapkan juga untuk menemani anak-anak saya belajar, bukan hanya membaca tetapi kompetensi yang lain seperti berhitung dan hafalan. Jadi, kunci yang utama sih memang kesabaran dan komitmen orang tuanya menemani anak-anak di rumah belajar dengan cara yang menyenangkan. Bagaimana dengan tips dan strategi di atas? Mantap bukan? Semoga bermamfaat.