Sunday, March 11, 2012

Diibaratkan seperti pohon kelapa...

Tetanggaku siang ini menebang pohon kelapa yang ada  di sebelah rumahnya. Rame...banyak yang datang, ada yang ingin minta kelapa mudanya, daunnya, dan banyak lagi. Sayapun tidak ketinggalan ikut gabung heee. setelah pulang dari sana, ada sesuatu hal yang mampir dipikiran saya. Sesuatu hal mengenai pohon kelapa itu sendiri.

Ada beberapa fakta dan hal-hal menarik yang terdapat disetiap pohon kelapa yang ada di dunia ini. Jika saya perhatikan, Jika pohon kelapa itu berbuah, disetiap tandannya akan terdapat beberapa buah kelapa. Tetapi tidak langsung menjadi kelapa, pertama dari bunga, terus baru menjadi buah kelapa yang sangat kecil, ada yang berwarna hijau dan kuning. Dari yang kecil itu kemudian menjadi kelapa muda. kalau kelapa muda pasti banyak yang suka ya heee. Kemudian dari kelapa muda menjadi kelapa yang bisa diambil santannya.
Tetapi, tidak semua proses tersebut berjalan baik, terkadang, baru tumbuh bunganya, eeee sudah jatuh berguguran. Setalah menjadi bunga kemudian  bakal buah yang kecil, sangat kecil ukurannya (saya tidak mengetahui bagaimana menamakannya dalam bahasa Indonesia heee) jatuh juga, dan oleh sebab itu  tidak bisa menghasilkan kelapa tua karena gugur. Pada saat menjadi kelapa muda, ada tupai yang mampir, dan digigit-gigit tuh kelapa muda, akhirnya buahnya menjadi tidak sempurna.
Jadi kesimpulannya, dalam satu pohon kelapa, tidak semua buah bisa menjadi buah kelapa yang bisa dipanen karena berbagai macam hal yang menyebabkan banyak bunga dan kelapa mudanya rusak, dan tidak sedikit yang jatuh atau berguguran. Hal ini adalah sebuah fenomena yang wajar dan sangat alami sekali.
Saya menjadi teringat suasana di kelas-kelas saya. Jika saya perhatikan, agak mirip dengan pohon kelapa. Kenapa saya katakan seperti itu? karena di setiap kelas, tidak semua murid itu sukses. Ada saja murid yang tidak bisa mengerti mengenai pelajaran yang disampaikan, dan dari setiap kelas kemungkinan tidak semua murid itu sukses, bisa saja ada satu atau beberapa murid yang gagal. Ada murid yang pintar yang bisa diibaratkan sebagai kelapa yang bisa dipanen. Ada  murid yang kurang pandai yang bisa diibaratkan sebagai kelapa yang rusak atau gugur karena berbagai macam ganngguan. Hal ini adalah sesuatu hal yang wajar, seperti pohon kelapa tadi.
Sekarang tergantung kita, mau jadi kelapa yang bisa diambil santannya atau kelapa yang gugur sebelum menjadi kelapa yang bisa diambil mamfaatnya. Guru dalam hal ini harus selalu berusaha menghasilkan murid-murid yang sukses dalam mata pelajaran yang disampaikan atau dalam hal-hal lainnya. Sebuah konsistensi dan pengertian pada situasi ini sangatlah diperlukan, sebagai murid haruslah serius dalam belajar, janganlah diwaktu guru menjelaskan pelajaran, kita sibuk dengan urusan kita masing-masing misalnya ngobrol  dan lain-lain. Gurupun harus bisa mengontrol kelasnya, karena ia bagaikan nahkoda dalam sebuah kapal. Tetapi memang agak sulit, karena saya pribadipun masih merasa belum  100% sukses sebagai nahkoda kapal. Tetapi yang jelas harus tetap berusaha dan optimis.
Pemabca bahasa Inggris onlie, Inilah curhat saya hari ini, jika suka jangan lupa memberikan comments ya heeee.

11 comments:

  1. memang begitu ya pak, tidak semua murid dikelas itu panda2 semua, kalau saya selalu berusaha untuk jadi kelapa yg bisa dipanes..ew

    ReplyDelete
  2. Setuju, memang saling pengetian itu penting dalam segala hal, apalagi dalam berumah tangga hahahahaha

    ReplyDelete
  3. Rupanya penulis blog ini suka curhat jg wkwkw

    ReplyDelete
  4. sangat menginspirasi sekali heheh

    ReplyDelete