. Penantian Yang Tak Berarti –>.

Penantian Yang Tak Berarti

Efendi BBIO | 3:56 AM |

Rugi sekali jika tidak baca puisi kiriman sahabat bahasa Inggris online ini. Puisi yang bertema sepasang kekasih yg terpisah oleh maut , dan yang wanita terlarut dalam kesedihan yang mendalam hingga dia menantinya , seakan kekasihnya masih hidup atau bisa kembali. Selamat membaca

PENANTIAN YANG TAK BERARTI

Mentari mulai merangkak dengan sinarnya
mendung yang cerah , secerah hatiku
telapak menyisir uraian rambut panjang nan lembut
ku selipkan jepit bunga kecil di rambutku
aku pun beranjak dan melangkahkan kaki keluar dari istanaku

ku duduk sendiri termenung , bak orang bodoh
memandangi birunya langit
di bawah pepohonan hijau yang rindang
di iringi nyanyian burung dan
tarian bunga nan elok
terdengar langkahan kaki mendekatiku,
semakin mendekat dan dia adalah bundaku

aku letakkan kepalaku dipangkuannya yang hangat
sembari memeluk erat tangannya
aku terlelap sejenak, oleh rangkaian kata
yang di lontarkan bundaku
ia bergumam "menunggunya hanyalah sia sia nak"
jari jari halus membelai rambutku

aku terbangun, tak terasa butiran bening di mataku menggumpal
ku coba untuk menahan,
tetapi butiran bening akhirnya menitih,
lembut melewati lereng hidung, pipi , dan turun ke bibirku

rautku yang pucat pasi
lingkaran hitam di bawah mataku,
harapanku terbang entah kemana,
dan kini ku sadar kau telah tiada,
kau telah berada disisinya
kau bahagia di surga,
dalam batinku berkata
"teruslah menantiku disurga".

By: Kim Nicehyun
FB: Kim Nicehyun


Related Post



Posted by: Efendi BBIO Belajar Bahasa Inggris Online, Updated at: 3:56 AM
Reni Astuti said...

SArat makna dan penuh bahasa kiasan...yang buat sepertinya anak sastra ya...

Anton said...

cek cek, sedih puisinya. enak dibaca malem2 gni. salut buat the writer.

Belajar bahasa Inggris online gratis said...

Reni apa kabar? saya juga saluttt. Banyak kata kiasannya...terus terang..buat puisi yang memamakai kata2 kiasan itu agak sulit apa lgi yg panjang...

Belajar bahasa Inggris online gratis said...

thx Ade...saya blum comment sudah ada yg comment, baru saja di publish...

Anonymous said...

Bagus.. I like

Lia said...

Nice poem. Saya suka. Penantian yg berat penuh linangan air mata. hiks hiks

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan dan bijak! Jika Anda memiliki pertanyaan tentang materi yang telah dijelaskan, silahkah tuliskan pertanyaan dengan jelas. Saya tidak akan menyetujui komentar anda jika komentar anda terdeteksi sebagai spam. Jika anda suka dengan blog ini, jangan lupa share URL blog ini ke FB, Twitter, Wechat, Google + atau media sosial lainnya yang anda miliki. Semoga blog yang sederhana ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Amin.